BPBD Kudus mengumumkan bahwa akses jalan di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, yang sebelumnya terputus akibat longsor, kini telah dibuka kembali. Longsor terjadi pada malam hari di mana curah hujan tinggi menjadi faktor penyebabnya.
Akibat longsoran tersebut, tiga RW di Dukuh Krajan dan Dukuh Semliro, yakni RW 1, RW 2, dan RW 4, terisolasi akibat tertutupnya total badan jalan. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Eko Hari Jatmiko, menjelaskan bahwa penanganan material longsor telah selesai, dan jalan dapat dilalui kembali oleh masyarakat.
Material Longsor Telah Dibersihkan
Berbagai material yang mencakup tanah, batu, serta batang pohon dan akar, telah berhasil dibersihkan. Eko menambahkan bahwa tebing yang longsor memiliki ketinggian sekitar 8 meter dan lebar 5 meter. Meskipun longsor tersebut cukup besar, tidak ada korban jiwa atau kerugian materiil yang dilaporkan.
Penanganan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk BPBD Kabupaten Kudus, Dinas PUPR, organ relawan, serta masyarakat lokal. Semua tim bekerja sama dengan semangat untuk membersihkan material longsor dan memulihkan akses jalan.
See also: Imbauan Penting Bagi Warga Kudus Saat Kirab Bwee Gee

Kewaspadaan Dikuatkan di Wilayah Rawan Longsor
Meski akses jalan kembali normal, Eko memberikan imbauan kepada warga untuk tetap waspada, terutama saat cuaca hujan deras. Wilayah Rahtawu dikenal sebagai kawasan dengan risiko longsor yang tinggi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu siap siaga.
Informasi dan kegiatan penanganan yang dilakukan oleh BPBD Kudus mencerminkan pentingnya kerjasama antar institusi serta warga lokal dalam menangani bencana. Dengan demikian, upaya penanganan dan mitigasi bencana di wilayah ini dapat terus ditingkatkan.